Tidur Seharian Ketika Berpuasa, Sahkah Puasanya?
Salah satu hadist yang paling populer ketika Ramadhan tiba adalah hadist tentang keutamaan orang yang berpuasa, yakni tidurnya saja sudah dicatat sebagai ibadah. Berikut hadisnya:
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ
“Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR.Al-Baihaqi dalam Kitab Syu'bul Iman, Juz 5, hlm. 422, Cetakan Ar-Rusyd).
Hadist ini seringkali dijadikan hujjah (alasan) oleh sebagian orang untuk bermalas-malasan ketika berpuasa, bahkan tak jarang ditemukan ada yang memahaminya sebagai alasan untuk tidur seharian selama berpuasa. Lantas bagaimanakah status hukum puasa orang berpuasa tetapi waktu siangnya ia gunakan untuk tidur seharian?
Menanggapi hal ini, Imam Nawawi dalam Kitab Majmu' Syarh Muhazzab menjelaskan:
إِذَا نَامَ جَمِيعَ النَّهَارِ وَكَانَ قَدْ نَوَى مِنَ اللَّيْلِ صَحَّ صَوْمُهُ عَلَي الْمَذْهَبِ وِبِهِ قَالَ الْجُمْهُورُ
Artinya, “Apabila seorang yang berpuasa tidur sepanjang hari sedangkankan ia telah berniat puasa pada malam harinya, maka puasanya sah. Demikian menurut pandangan madzhab Syafi‘i, dan pandangan ini juga dianut oleh mayoritas ulama."
Beliau melanjutkan:
وَقَالَ أَبُو الطَّيِّبُ بْنُ سَلْمَةَ وَاَبُو سَعِيدٍ الْاِصْطَخْرِىُّ لَا يَصِحُّ وَحَكَاهُ البَنْدَنِيجِىُّ عَنْ ابْنِ سُرَيْجٍ اَيْضًا وَدَلِيلُ الْجَمِيعِ فِي الْكْتَابِ
"Tetapi, menurut Abu Thayyib bin Salamah dan Abu Said Al-Ishthakhriy puasa seperti itu tidaklah sah. Sedangkan Al-Bandaniji juga meriwayatkan pandangan ini dari Ibnu Suraij. Dalil semuanya bersumber dari Al-Quran,”
Lalu beliau melanjutkan:
وأجمعوا على أنه لو استيقظ لحظة من النهار ونام باقيه صح صومه
"dan mereka (para ulama) telah bersepakat bahwa apabila ia bangun dari tidur sebentar pada siang hari, kemudian tidur lagi, maka sah puasanya. (Al-Majmu' Syarh Muhadzab, Maktabah Al-Muniriyyah, juz 6, hlm. 352)
Walaupun dihukumi sah, termasuk adab daripada orang yang berpuasa adalah tidak memperbanyak tidur pada siang hari bulan Ramadhan, karena alangkah baiknya di waktu yang bagi mereka tidur saja sudah mendapatkan pahala, apalagi jika digunakan untuk beribadah, bukankah begitu?
Imam Ghazali menyebutkan:
بل من الآداب أن لا يكثر النوم بالنهار حتى يحس بالجوع والعطش ويستشعر ضعف القوي فيصفو عند ذلك قلبه
“Termasuk daripada adab (bagi orang yang berpuasa) adalah tidak memperbanyak tidur di siang hari, hingga ia merasakan lapar, haus, dan merasakan lemahnya kekuatan, dengan demikian hati akan menjadi jernih” (Ihya’ Ulumiddin, juz 1, hlm. 235)
S𝖾𝗆𝗈𝗀𝖺 kita termasuk orang-orang yang mampu memanfaatkan waktu kita dengan baik, Orang-orang yang mengisi Ramadhan dengan kegiatan yang mendatangkan manfaat baik dunia maupun akhirat. Aamiin.
Wollohu a'lam
