Nu’aiman bin Amr adalah salah satu sahabat Rasulullah ﷺ yang paling dikenal karena keisengannya. Namun, di balik semua candaannya, ia adalah seorang Muslim yang taat, seorang mujahid pemberani, dan seorang sahabat sejati.
Meskipun sering berbuat jahil, Nu’aiman sangat mencintai Rasulullah ﷺ dan selalu ada dalam barisan pasukan Muslim di berbagai peperangan. Ia juga dikenal sebagai orang yang gemar bersedekah dan suka membahagiakan orang lain dengan caranya sendiri.
Namun, setiap manusia pasti akan menemui ajalnya. Begitu juga dengan Nu’aiman.
SAAT AJAL MENJEMPUT NU’AIMAN
Ketika Nu’aiman berada di ambang kematian, para sahabat berkumpul di sekelilingnya. Ia sudah tidak bisa banyak berbicara, tetapi senyumnya masih menghiasi wajahnya.
Lalu, sesuatu yang luar biasa terjadi.
Beberapa sahabat melihat sosok putih bersinar turun mendekati Nu’aiman. Salah satu di antara mereka yang hadir berkata,
_"Demi Allah, aku melihat seseorang yang wajahnya bercahaya mendatanginya!"_
Tak lama setelah itu, Nu’aiman menghembuskan napas terakhirnya dengan wajah penuh ketenangan.
Setelah kejadian itu, salah seorang sahabat bermimpi bertemu Nu’aiman. Dalam mimpi itu, Nu’aiman tampak mengenakan pakaian putih yang sangat indah dan wajahnya bersinar penuh kebahagiaan.
Sahabat itu bertanya,
_"Wahai Nu’aiman, bagaimana keadaanmu setelah meninggal?"_
Nu’aiman tersenyum dan menjawab,
_"Aku telah diampuni oleh Allah, dan kini aku berada di tempat yang penuh dengan cahaya dan kebahagiaan."_
Seketika, para sahabat yang mendengar kisah ini menangis haru.
Mereka menyadari bahwa kehidupan Nu’aiman yang penuh dengan canda tawa ternyata diakhiri dengan kemuliaan.
NU’AIMAN, SAHABAT YANG DIRINDUKAN
Beberapa waktu setelah kepergian Nu’aiman, Umar bin Khattab duduk bersama beberapa sahabat. Tiba-tiba ia berkata,
_"Aku rindu seseorang…"_
Para sahabat bertanya,
_"Siapa yang engkau maksud, wahai Amirul Mukminin?"_
Umar tersenyum kecil lalu menjawab,
_"Aku rindu Nu’aiman. Tidak ada lagi yang membuat kita tertawa seperti dia!"_
Mereka semua terdiam, mengenang Nu’aiman dengan penuh haru.
Meskipun keisengannya sering membuat orang-orang geleng-geleng kepala, kehadirannya membawa kebahagiaan dan warna tersendiri dalam kehidupan para sahabat.
Kini, Nu’aiman telah pergi menghadap Allah. Namun, kisahnya tetap hidup dalam sejarah Islam, menjadi pengingat bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih, tawa, dan kebahagiaan.
*🗣️ : Apa Pelajaran dari Kisah Ini?*
* *Islam adalah* agama yang seimbang ada tempat untuk keseriusan, dan ada tempat untuk tawa.
* *Bercanda boleh,* tapi jangan berlebihan Rasulullah ﷺ tidak pernah melarang humor, selama tidak menyakiti atau merugikan orang lain.
* *Kepribadian unik* adalah anugerah setiap orang memiliki caranya sendiri untuk membawa kebahagiaan dalam kehidupan orang lain.
* *Nu’aiman bukan hanya* jahil, tapi juga pejuang, ia membuktikan bahwa seorang Muslim bisa menjadi sosok yang humoris tetapi tetap memiliki keberanian dan keteguhan dalam berjuang.

